Jumat, 10 Februari 2012

PEMANFAATAN BUNGKIL INTI SAWIT, SOLID DAN PELEPAH SAWIT SEBAGAI PAKAN SAPI BERKUALITAS


POTENSI PEMANFAATAN PRODUK HASIL IKUTAN PERKEBUNAN SAWIT (BUNGKIL INTI SAWIT, SOLID DAN PELEPAH SAWIT) SEBAGAI BAHAN PAKAN SAPI BERKUALITAS DI SUMATERA BARAT

Jefrey M. Muis 



Propinsi Sumatera Barat memiliki potensi perkebunan sawit yang cukup besar. Saat ini luas perkebunan sawit di Sumbar mencapai 345 ribu Ha yang tersebar di Kabupaten sentra sawit yaitu Pasaman Barat, Dharmasraya, Pesisir Selatan, Agam dan Solok Selatan. Selain itu daerah Sumatera Barat juga menjadi salah satu daerah potensial pengembangan Sapi Potong dalam mendukung Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDSK) 2014. Berdasarkan hasil sensus 2011 jumlah sapi di Sumatera Barat tercatat sebanyak 327.009 ekor. Pemerintah Propinsi Sumatera Barat juga telah mencanangkan Program Satu Petani Satu Sapi (SPSS) dalam rangka menunjang produktivitas sapi potong mendukung swasembada tahun 2014. Oleh karena itu diperlukan sumberdaya penunjang dalam rangka menunjang suksesnya program ini.
Produktivitas ternak dipengaruhi oleh faktor lingkungan sampai 70% dan faktor genetik hanya sekitar 30%. Diantara faktor lingkungan tersebut, aspek pakan mempunyai pengaruh paling besar sekitar 60%. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun potensi genetik ternak tinggi, namun apabila pemberian pakan tidak memenuhi persyaratan kuantitas dan kualitas, maka produksi yang tinggi tidak akan tercapai (Mathius et al, 2004). Disamping pengaruhnya yang besar terhadap produktivitas ternak, faktor pakan juga menentukan  biaya produksi  dalam usaha. Biaya pakan ini dapat mencapai 60-80% dari keseluruhan biaya produksi. Pakan utama ternak ruminansia adalah hijauan Tanaman Pakan ternak (TPT) namun hijauan yang diberikan sangat tergantung pada ketersediaan lahan  pakan hijauan. Lahan TPT yang terbatas menyebabkan ketersediaan hijauan  juga yang terbatas. Saat ini harga bahan pakan konsentrat seperti jagung dan kedelai semakin meningkat, oleh karena itu penggunaan bahan pakan alternatif patut dipertimbangkan. Apapun bahan pakan yang akan digunakan, paling tidak harus mempertimbangkan beberapa aspek antara lain ekonomis, ketersediaan, kontinyuitas dan nutrisi. Dari aspek ekonomis, bahan pakan harus tersedia dengan mudah dan harga yang relatif murah.
Melihat potensi perkebunan sawit dengan hasil ikutannya yang cukup melimpah dan dapat dijadikan pakan ternak di Sumatera Barat maka perlu dipertimbangkan diadakannya integrasi ternak sapi dengan tanaman sawit sesuai dengan spesifik lokasinya.
Dalam satu hektar perkebunan sawit biasanya terdapat sebanyak 120-130 batang pohon sawit. Dalam satu batang pohon sawit itu bisa menghasilkan sekitar 20-25 tandan pelepah sawit dalam satu tahun. Sementara itu dari hasil pengolahan sawit pada pabrik pengolahan sawit, dalam satu hertar kebun sawit mampu menghasilkan Lumpur Sawit (Solid) sebanyak 1.132 kg dan Bungkil Inti Sawit (BIS) sebanyak 514 kg (mathius et al, 2004). Ketiga jenis hasil ikutan perkebunan sawit yang baisanya tidak termanfaatkan ini bisa dijadikan sebagai pakan sapi berkualitas tinggi karena kandungan gizinya yang baik.

HASIL IKUTAN TANAMAN SAWIT

1.   Pelepah Sawit (OPF = Oil Palm Fronds)

Kebun kelapa sawit yang sudah produktif mampu memproduksi limbah dari pelepah sawit dalam 1 ha mampu menyediakan pelepah sawit sebanyak 6 – 7 ton/tahun Jadi bila luas lahan sawit 345.000 ha mampu menyediakan pakan ternak sapi kurang lebih sebanyak 1.000.000 ekor.
Pada setiap panen tandan sawit harus membuang pelepah sawitnya, dalam 1 bulan umumnya 2 kali panen, otomatis setiap bulan 1 (satu) batang sawit akan membuang pelepah sawit sebanyak 2 (dua) kali. Produksi pelepah sawit (Fachri, 2006) :
·         Produksi Bahan Kering (BK) = 10,4 ton/ha/tahun.
·         Kebutuhan BK ternak dengan bobot 200 kg = 3 % x 300 kg = 9 kg.
·         Kebutuhan BK selama 1 tahun = 9 kg x 365 hari = 3,285 ton.
·         Jadi tiap ha lahan sawit dapat menjamin kebutuhan sebanyak 10,4 ton : 3,285 ton = 3 Satuan Ternak/tahun
·          Jika hanya boleh diberikan 50 % dari suplai HMT, maka dapat memenuhi kebutuhan 6 ST/ha/tahun.
Pelepah Sawit (OPF) dapat menggantikan fungsi rumput sebagai hijauan karena kandungan gizi yang terdapat pada OPF tidak terlalu jauh beda dengan rumput, namun  untuk tahap awal pemberian sebaiknya pemberian OPF diberikan 50% dari pakan hijauan dan akan lebih baik hasilnya jika didampingkan pemberiannya dengan pakan konsentrat. Dalam hal pemberian OPF dari hasil penelitian sebaiknya OPF dikupas kulit luarnya dan hanya mengambil isinya yang berwarna putih dari dua pertiga bagian ujung pelepah ke tandan karena jika tidak dikupas kulit OPF terasa keras dimakan oleh ternak sapi, namun jika ada mesin chopper  yang mampu menghaluskan ukuran  OPF maka hal itu dapat mempermudah sapi mengkonsumsinya. Perbandingan kandungan nilai gizi OPF dengan rumput dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini.
Tabel 1. Perbandingan kandungan nilai gizi OPF dengan Rumput (%) (Fakhri, 2006)
No
Nutrient
OPF
Rumput
1
Bahan Kering (BK)
29,81
24,4
2
Abu
4,48
14,5
3
Protein Kasar (PK)
9,22
8,2
4
Lemak Kasar (LK)
3,34
1,44
5
Serat Kasar (SK)
31,09
31,7
6
BETN
51,87
44,2
7
TDN
58,50
56,2
                
Keuntungan pemberian pelepah sawit  sebagai pengganti hijauan rumput antara lain:
·         Ketersediaan pelepah sawit di daerah perkebunan sawit cukup banyak untuk dijadikan pakan ternak sapi
·         Peternak sapi tidak terlalu sulit dalam hal pencarian pelepah sawit dibanding menyabitkan rumput untuk ternaknya karena pelepah sawit mudah di ambil di kebun sawit terutama saat panen. Satu tandan pelepah sawit yang dikupas  kulitnya bisa mencapai berat 2,2 kg. Sehingga peternak lebih hemat waktu dan tenaganya.
·         Limbah perkebunan sawit berupa pelepah sawit yang biasanya terbuang saat panen bisa termanfaatkan menjadi pakan sapi sehingga areal perkebunan lebih bersih dari pelepah yang biasanya berserakan.


2.   Bungkil inti sawit / BIS  (Palm kernel cake)
Bungkil inti sawit (palm kernel cake) atau BIS merupakan hasil ikutan pada proses pemisahan minyak inti sawit yang diperoleh secara kimiawi (ekstraksi) atau dengan proses fisik (expeller). (BIS) mengandung kadar protein yang cukup tinggi yaitu sekitar 15,73-17,19% (Chong et al., 1998). Kandungan nilai gizi BIS dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini.
Tabel 2. Kandungan Gizi Bungkil Inti Sawit (Fapet IPB, 2006)
No.
Jenis analisa
Nilai
1.
Bahan Kering (%)
89.28
2.
Abu (%)
4.69
3.
Protein kasar (%)
17.19
4.
Serat kasar (%)
24.22
5.
Lemak kasar (%)
5.69

Jika dibandingkan dengan jenis pakan konsentrat lain, kandungan protein yang terdapat pada BIS jauh lebih tinggi dibanding Fermentasi Kulit Kakao (9,2%) dan dedak padi (9,8%).  Saat ini di Sumatera Barat masih terbatas jumlah pabrik pengolah sawit yang mempunyai hasil ikutan berupa BIS. Ada beberapa pabrik yang menghasilkan BIS tetapi komoditas tersebut di ekspor keluar negeri sebagai bahan pakan ternak. Untuk memperoleh BIS di Sumatera Barat saat ini baru tersedia untuk dijual sebagai pakan ternak hanya di Kota Payakumbuh yang dijual dengan harga Rp. 1.500/kg. Untuk pembelian dalam jumlah banyak jauh lebih menguntungkan pemakaian BIS ini jika dibanding dengan pemberian dedak sebagai pakan konsentrat karena harga dedak sekitar Rp.2.000/kg di beberapa tempat di Sumatera Barat.
Keuntungan Pemakaian BIS sebagai pakan konsentrat pada ternak sapi antara lain:
·         Kandungan proteinnya yang mencapai 17% sangat membantu peningkatan produktivitas berat badan sapi
·         Cenderung lebih mudah dalam aplikasi pemberian pakan terhadap sapi dan tidak membutuhkan waktu lama bagi sapi dalam penyesuaian proses mengkonsumsinya.
·         Bernilai cukup ekonomis, karena jika dibandingkan dengan dedak, harga BIS masih lebih murah Rp. 500 – 1.000,-/kg
·         Hasil ikutan pemisahan minyak inti sawit yang berupa (BIS) ini dapat termanfaatkan sebagai pakan ternak dan tidak menumpuk menjadi limbah di pabrik.
  

3.    Lumpur Sawit (Solid)

Lumpur Sawit (Solid) merupakan salah satu limbah pengolahan sawit dari sejumlah pabrik pengolahan sawit. Menurut Hidayat et al., (2007) Solid merupakan sumber daya yang cukup potensial sebagai pakan ternak, murah, tersedia dalam jumlah besar dan relatif tersedia sepanjang waktu. Sinurat et al, (2004) menyatakan bahwa kandungan protein kasar  Solid kering sekitar 9,6  – 14, 52%. Kandungan nilai gizi dari Solid dapat dilihat pada Tabel 3 berikut ini.

Tabel 3. Kandungan Gizi Lumpur Sawit (Solid) (Fapet IPB, 2006)
No.
Jenis analisa
Nilai
1.
Bahan Kering (%)
86.2
2.
Abu (%)
3,3
3.
Protein kasar (%)
13.2
4.
Serat kasar (%)
48,6
5.
Lemak kasar (%)
5.8

Kandungan nilai gizi Solid dengan BIS tidak jauh beda. Hampir setiap pabrik pengolah sawit di Sumatera Barat ini menghasilkan Solid. Pada pabrik pengolah sawit PT.SBS di Pasaman Barat menghasilkan Solid mencapai 12 ton per hari yang biasanya terbuang / menumpuk di pembuangan limbah pabrik. Biasanya pabrik pengolah sawit hanya membuang Solid ini di area perkebunan sawit sebagai pupuk. Pabrik pengolah sawit akan merasa terbantu sekali dalam hal penanganan limbah pabrik jika Solid ini dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Pada beberapa pabrik pengolah sawit yang berlokasi di Dharmasraya dan Pasaman Barat, Peternak hanya perlu membayar ongkos upah muat sekitar Rp.40 - 100,-/kg.
Keuntungan Pemakaian Solid sebagai Pakan Konsentrat pada ternak sapi antara lain:
·         Kandungan proteinnya yang mencapai 14% sangat membantu peningkatan produktivitas berat badan sapi
·         Bernilai ekonomis, karena hanya membutuhkan biaya Rp. 40 – Rp. 100/kg sebagai upah muat dari pabrik
·         Sangat membantu pabrik pengolah sawit dalam hal mengeliminasi dampak limbah yang ditimbulkan oleh Solid yang menumpuk.

  
Hasil Pengkajian

Dari hasil pengkajian oleh Bamualim et al (2011) yang dilaksanakan di Sitiung, Kabupaten Dharmasraya terhadap 18 ekor Sapi Bali selama 75 hari dengan perlakuan :
A.    1 kg Lumpur Sawit + 2 kg BIS +5 kg Pelepah Sawit  +15 kg Jerami Fermentasi
B.    2 kg Lumpur Sawit + 1 kg BIS +5 kg Pelepah Sawit  +15 kg Jerami Fermentasi
C.    Sebagai pembading diambil dari pola peternak dengan komposisi pakan Jerami Fermentasi 15 kg + 5 kg Ampas Tahu + 4 kg Kulit Kakao fermentasi + 2 kg dedak.
Didapatkan hasil sebagai berikut :
·         Perlakuan A terjadi peningkatan berat badan rata-rata 0,47 kg/ekor/hari
·         Perlakuan B terjadi peningkatan berat badan rata-rata 0,30 kg/ekor/hari
·         Perlakuan C hanya terjadi peningkatan berat badan rata-rata 0,20 kg/ekor/hari
Dari hasil pengkajian diatas dapat disimpulkan bahwa ternak sapi yang diberikan perlakuan pakan dengan suplemen dari Bungkil inti sawit (BIS), Solid dan pelepah sawit sebagai hijauan memiliki pertumbuhan yang jauh lebih baik dibanding sapi yang diberikan pakan dari ampas tahu, dedak dan kulit kakao fermentasi.
          Selain itu cara pengaplikasian pakan dari BIS dan Solid ini tidak sulit karena tidak perlu pengolahan lebih lanjut, dapat diberikan langsung atau dicampurkan dengan pelepah sawit (hijauan). Sapi yang diberikan perlakuan pakan suplemen dari BIS dan Solid ini menghasilkan Kompos  2,5 kg/ekor/hari Bahan Kering, dalam 75 hari telah mengkasilkan 190kg kompos dari satu ekor sapi, jadi sebanyak 18 ekor sapi menghasilkan 3,5 ton Bahan kering Kompos yang bernilai ekonomis dan bisa dimanfaatkan kembali untuk memupuk tanaman sawit.

Kamis, 09 Februari 2012

Ringkasan Liqo dgn Ismail Haniya PM Palestina


kisah menggugah dari seorang sahabat di milis

 
Assalamualaikum w.w

Kemarin 7-2-2012 jam 4-5.30 Waktu Kuwait, saya bersama beberapa Karyawan Indonesia di Kuwait, berkesempatan menghadiri pertemuan dengan Ismail Haniya PM palestina,  dlm kunjungannya ke Kuwait, Kesempatan berjabat tangan dan berpelukan dengan #Haniya, berikut rangkuman beberapa point pembicaraan beliau seingatnya krn kemarin tidak sempet merekam, sebagian besar rangkuman ini sudah saya posting di akun twitter di sini: @noorahasana  semoga bermanfaat.

- Pertemuan dengan #Haniya diadakan di "dewaniya" DR. Naser Al Sanee, ketua Islamic Constitutional Movement, di daerah Raudhah Kuwait
- #Haniya didampingi beberapa "pejabat" pemerintahannya, satu anaknya, 2 orang pejuang yg baru keluar dari penjara israel dan beberapa org lg
- PM palestina & Pejabat "dlm tanda kutip" hasil pemilu 2006 yang dimenangkan hamas tetapi yg kemudian tdk diakui dunia internasional #Haniya
- Setelah kata pembuka, #Haniya memperkenalkan siapa2 saja yang mengikutinya dalam kunjungan ke negara2 Atab diantaranya Kuwait

Diantara yang ikut rombongan #haniya, yaitu mentri dalam negeri, seorang doktor tehnik sipil, wakil mentri luar negeri Abu Jamal, anak #haniya yang bernama Hammam, seorang pegawai kantor #haniya pemuda yang 3 orang saudara2nya syahid. Dua orang yang baru keluar dari penjara Israel dalam kesepakatan pertukaran tawanan palestina dengan tentara israel Gilad Shalid. Salah seorang bernama Yahya Al sinwar, yang divonis 400 tahun penjara, dan dibebaskan setelah 25 tahun. satu orang lagi bernama Ruhul Syahu juga 25 tahun di penjara israel dari total vonisnya 25o tahun.

- Sambil bergurau #Haniya cerita, dulu ketika kita belajar Fiqh Bab Nikah dan bab Haji, ustadz biasanya bilang, kita lanjutkan bab sesudahnya
- Karena dua bab itu (nikah dan haji) adalah dua hal yh sgt susah untuk dilakukan oleh rakyat Palestina apalagi yg divonis 400 tahun #Haniya
-  Tapi dgn kuasa Allah kita skr baru saja melakukan manasik Umrah, dan Akh yahya Al Sinwar yg dihukum 400 tahun baru saja menikah
-  Kebesaran Allah, ketika umroh kita benar2 merasakan panggilan Nabi Ibrahim dalam surat al-hajj ayat 27 firman Allah من كل فج عميق
-  فج عميق celah yang dalam,sempit, subhanallah kitalah orang2 itu yg datang dari sempitnya penjara2 israel menuju rumah Allah
-  Ini adalah buah dari kesabaran kita dan keteguhan kita yang tetap berpegang dengan prinsip kita dalam perjuangan ini
-  Kesepakatan pertukaran 1000 tahanan palestina di israel dengan Gilat Shalid adalah keberhasilan kita semua, bukan hanya Hamas
-  1000 tahanan yg dibebaskan mencakup semua faksi palestina, dari semua wilayah Palestina, laki2 dan wanita, muslim dan non muslim
-  Ini adalah lambang kesatuan kita bangsa Palestina, dari gaza, tepi barat, batas tahun 48, kita semua adalah satu
-  Khusus untuk ikhwah di tepi barat, kalianlah yang akan menjadi penentu perlawanan kita di masa yang akan datang
-  Tepi barat yang telah melahirkan Yahya Ayyash, tepi baratnya Abu Hanud, tepi baratnya Abu Jabalain
-  Penawanan Gilad Shalid adalah sebuah kekuasaan Allah, kita tahan di gaza selama lima tahun, gaza yang terkepung dari segala penjuru
-  Gaza yg dimata2i setiap jengkal tanahnya, bukan dengan alat2 canggih, bukan hanya oleh israel tapi juga sebagian saudara2 kita
-  Gaza yang tdk ada gunung, tidak ada gua2 persembunyian, tapi selama lima tahun kita berhasil menahannya tanpa ada yg tahu tempatnya
-  Dalam perundingan2 pasal Gilad Shalit, kita diisyaratkan utk menuruti bbrp hal prinsip: mengakui Israel, perjanjian Oslo dll
-  Tapi qta tetap dgn prinsip2 kita, dua syarat utama kita: 1- Kesatuan tanah palestina gaza tepi barat dll tanpa surut 1 jengkalpun
-  2 Perwujudan negara Palestina tanpa mengorbankan sedikitpun prinsip-prinsip kita
-  Kita tidak punya hak untuk surut dari sejengkal pun tanah Palestina, karena tanah palestina, tanah Quds semuanya adalah Waqaf
-  Siapa yang berani mengganggu tanah Quds, semua tanah syam, palestina, syiria, akan bergetar, berintifadhah mengingkirkan thogut2
-  Semua tanah palestina harus dibebaskan dengan segala bentuk perlawanan, jihad, bertahan tanpa goyah sedikitpun
-  Kewajiban kita yang ada di bumi quds untuk mempertahankannya dengan gigih, kewajiban kalian (di negara lain) dengan bantuan...
-  kewajiban kalian (di negara lain) dengan bantuan (materi dan non materi), dengan kerjasama ini kita akan bisa membebaskan Al-Aqsa
-  Saudara2 kita yg tinggal di tanah tahun 48 (warga negara Israel), sekarang membuat program untuk memakmurkan Masjid Al Aqsa
-  Setiap hari mulai jam 8 pagi ada bolak2 bus wakaf yang mengangkut sesiapa yang ingin ke Masjid Al Aqsa supaya tetap ramai
-  Di halaman2 masjid Al Aqsa setiap hari ada kurang lebih 135 halaqoh qur'an dan halaqoh2 agama dengan ustadz2 yg ditanggung bersama
-  Untuk perayaan2 seperti akad nikah dan lainnya kita juga menganjurkan mereka untuk melaksanakannya di halaman Masjid Al aqsa
-  Ada lebih dari 50 ribu penghafal Al qur'an di palestina, dan kita bertekad akan mewisuda 10 ribu orang setiap tahunnya
-  Kita ciptakan generasi2 qur'ani, merakalah yang akan bisa membebaskan masjdi dan Bumi Al Aqsa tercinta


Wassalamualaikum w.w
Noor Aziz


 
 
 Di 'bumi' ini kita 'ditemukan'
 Satu Arah, satu PERJUANGAN
 Satu Aqidah, satu pegangan
 Asasnya terjalin ikatan
 UKHUWAH FILLAH
"Aqim daulatal islami fi nafsik, taqum fi ardhik"

Minggu, 08 Januari 2012

Refleksi

Kutu yang ada di tubuh anjing mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya. Jika kutu itu dimasukkan ke dalam kotak korek api, kutu tersebut akan tetap melompat didalamnya. Setelah 2 hari di keluarkan dari kotak tersebut, sang kutu hanya mampu melompat setinggi ukuran kotak korek api, karena paradigmanya telah berubah tentang luasnya dunia.

Senin, 12 Desember 2011

TETESAN BENING YANG MULAI MEMBEKU


Dulu, tetesan bening selalu mengalir deras saban hari dari ujung pelupuk mata ini. Kala beban dipikul terasa berat, kala perjuangan mengalami masa sulit, waktu sepertiga malam di kamar tak terlewat untuk menumpahkan tetesan bening ini. Kala lingkungan menunjukkan penolakannya, kala musuh-musuh kuffar zholim menebarkan ancamannya, waktu dhuha tetesan bening ini slalu tercurah diatas sajjadah imam di balik mimbar... bahkan tetesan bening ini tak kalah derasnya turun membasahi sajadah lima waktu ketika wajah-wajah kedua orang tua, wajah orang-orang terkasih yang jauh di mata melintas saat bermunajat padaNya... kadang ketika membaca mushaf terhenti di surah Al Israa’:17, At Taubah:9, Al Hajj:40 dan yang lainnya, tetesan bening ini turut menjadi saksi.
Ya, saat ujian tak sanggup diri kita memikulnya, kita butuh kekuatan untuk mengatasinya, pasti sumber kekuatan utama yang kita butuhkan ada pada Sang Maha Pemilik segalanya. Tatkala beban makin berat, tatkala tantangan menghadang, tatkala kita jauh dari orang-orang yang kita kasihi, tatkala jauh dari orang tua, tatkala apa yang kita hajatkan belum tercapai... hanyalah Allah yang maha memberi jalan keluar. Jika kondisi seperti itu, tak sulit bagi kita untuk terjaga di sepertiga malam, tak sulit untuk meluangkan waktu sejenak kala mentari naik sepenggalan untuk menumpahkan tetesan bening dari lubuk hati yang terdalam memelas pada-Nya. Kita yakin sepenuh hati bahwa Dia bisa mengubah segalanya, karena hanya Dia yang menggenggam dan berkuasa atas segalanya. Betapa dekatnya antara kita dengan-Nya kala itu, dan tentu saja Dia maha mendengar serta telah menyiapkan jalan terbaik yang diskenariokan untuk kita jalani.
Sekarang, skenarioNya berjalan seperti apa yang diharapkan. Segala nikmatnya tercurah bagai hujan lebat turun dari langit, diri ini terlena menikmati curahan-Nya. Akibatnya, tetesan bening yang dulu biasa mengalir kini mulai membeku. Kala ujian darinya tidak seberat dulu, kala musuh-musuh zholim tak lagi menebar ancaman, kala kehangatan bersama keluarga dan orang-orang terkasih telah menyelimuti diri, kala apa yang dihajatkan berhasil terlaksana.... tak seharusnya tetesan bening itu tak bisa keluar sama sekali.
Apakah ini sudah jadi sifat makhluk yang bernama manusia? Dia memohon kepada Rabb-nya kala susah, namun kala Rabb-nya telah mengabulkan pintanya, ia kemudian terlupa...
“Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur." Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Yunus : 22 – 23)

Rabb... jadikan hamba selalu bersyukur atas ni’mat-ni’mat-Mu. Jadikan hamba selalu rindu untuk menjaga hubungan dekat dengan-Mu. Jadikan tetesan bening yang baru turun malam ini menjadi saksi kerinduan hamba untuk terus dekat dengan-Mu... dan jadikanlah orang-orang yang dekat dengan lingkungan hamba saat ini dan seterusnya menjadi orang-orang yang saling mengingatkan untuk menjaga kedekatan dengan-Mu, sehingga hati-hati kami berpadu berhimpun dalam naungan cinta-Mu, bertemu dalam taat pada-Mu, bersatu dalam dakwah-Mu serta berpadu menegakkan Syariah dalam kehidupan, kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah Cintanya, tunjuki Jalannya, terangi dengan cahaya-Mu yang tak pernah padam dan indahnya Tawakkal pada-Mu, hidupkan dengan makrifat-Mu, matikan dalam syahid di jalan-Mu.... Engkaulah Pelindung dan Pembela...
NuansaIndah, sepertiga malam Dzulhijjah 32

Membuat Telaga di Tengah Gurun

Membuat Telaga di Tengah Gurun


Memacu sepeda motor di gelap malam dari kabupaten sebelah, menerjang jalan berlubang, membelah kabut malam nan dingin tersapu hujan rintik, ditemani lampu motor yang mulai redup, cuma lambaian pucuk cemara diterpa angin yang membuat suasana tidak hening, tak ada mobil yang lewat, tak ada rumah penduduk, kalau adapun tentu pintu rumahnya sudah tutup untuk menahan dingin malam diluar. Kali ini agak kemalaman pulang dari menebar secercah cahaya di negeri tetangga. Berjam-jam menghirup kabut embun dijalan cukup untuk menambah kelabu paru-paru ini, batuk kering dengan kecepatan 3 getaran/ detik tak cukup melegakan sesak di dada. 
Itu baru setengah perjalanan, minggu depan harus menempuh perjalanan 3 kali lebih lama untuk mengisi energi cahaya, mencari pusaran angin yang bisa membakar energi cahaya untuk bisa bersinar lebih terang lagi. Melintasi hutan cemara nan dingin, walau tak rutin setiap minggu, energi yang dibawa cukup untuk nyala cahaya beberapa minggu, sebanding dengan jarak dan waktu yang terpakai untuk menjemputnya. Cahaya itu harus dibagi kepada jiwa-jiwa perindu hidayah yang jumlahnya tak terlalu banyak dinegeri ini.

Itu mungkin belum seberapa dibanding dengan perjuangan para kader dakwah yang berada di beberapa tempat, kita mungkin pernah membaca di majalah tentang perjuangan seorang ustadz yang berjalan kaki dari satu kota ke kota lain untuk mengisi halaqoh, bayangkan hanya dengan berjalan kaki. Ataupun kita pernah juga membaca kisah seorang ummahat di Aceh mengisi halaqoh ke kabupaten tetangganya dengan mengendarai sepeda motor selama dua jam melintasi hutan dalam keadaan hamil. Atau mungkin juga kita juga perbah mendengar kisah seorang ustadz generasi awwalun dakwah ini di Sumatera Barat dimana beliau berjualan es keliling yang sebagian hasil usahanya digunakan untuk membiayai perjalanan dakwahnya ke propinsi tetangga, mempuh perjalanan naik bis dari kota Padang – Jambi – Palembang itupun sering tidak dapat tempat duduk, bayangkan betapa pegalnya badan jika berdiri sepanjang perjalanan itu.

Suatu yang sudah jelas, seorang kader dakwah yang sudah merasakan kemaslahatan dakwah ini dalam dirinya tentu akan selalu merindukan eksistensi dakwah ini dimanapun ia berada, rindu majelis ilmu yang sudah menjadi kebutuhan fikriyah dan jasadiyahnya. Seorang kader dakwah tentu akan merasa ada kekurangan ataupun kehampaan jika tak ada asupan energi tarbiyah mengisi relung-relung jiwanya. Terlebih jika seorang kader dakwah berada pada negeri yang tidak ada teman sefikrohnya bahkan juga tak ada teman seakidah yang dibatasi oleh teritorial yang cukup luas rentangnya untuk mencapai komunitas dakwah. Tentu saja jika keimanan yang sudah tertanam dengan baik akan membuatnya semakin rindu untuk ‘menyongsong cahaya’ berjumpa dalam majelis ilmu, majelis ukhuwah yang disana ia bisa saling mengingatkan, saling mengisi energi sebagai bekal untuk menebar cahaya kepada yang membutuhkannya. Ibaratnya seseorang yang berada ditengah gurun pasir yang panas, tentu ia akan mencari sumber air, ia akan mengeluarkan semua energinya untuk mendapatkan air tersebut.

Beruntunglah kader dakwah yang tempat menghadiri majelis ilmunya masih pada negeri yang tidak terlalu membutuhkan pengorbanan untuk mencapainya. Beruntunglah kita yang tempat halaqohnya masih di dalam satu kota, bisa naik angkot 10 menit nyampe, atau masih satu kecamatan, ataupun cuma satu DPRa yang letaknyapun dibelakang pojok tempat tinggal kita. Jika kondisi sudah seperti itu masih ogah-ogahan datang betapa ruginya kita, sebab betapa banyaknya kemaslahatan yang bisa kita peroleh dalam majelis ilmu tersebut. Bisa kita renungkan, dakwah yang dibawa Rasulullah SAW mulai berkembang diawali dari gerakan halaqohnya hingga bisa menebus penjuru dunia, membawa dunia ke peradaban mulia.

Wahai kader dakwah, lihatlah lingkungan sekeliling kita, tentu masih banyak yang belum mencicipi peradaban seperti yang di ajarkan Rasulullah, adalah tugas seorang ‘laskar cahaya’ untuk menebar ‘secercah cahaya’ kepada jiwa-jiwa perindu hidayahNya, mereka butuh TELAGA DI TENGAH GURUN kehidupan mereka. Tugas kita membuatkan telaga itu, tentunya kita juga harus mencari sumber air / oase untuk mengisinya.....

Diposting 2 tahun yang lalu Suatu malam, sekembali dari negeri tanah sudut pinggiran danau Toba..

Menjadi Penyelamat Tak Mengenal Siaran Tunda

Menjadi Penyelamat Tak Mengenal Siaran Tunda

14 Rabiul Akhir tahun ini berlalu begitu cepat, tak bisa waktu ini dipending agak sejenak. Tidak terasa sudah berkurang setahun lagi masa dalam hidup ini. Masa yang seharusnya menjadi masa emas harus tertunda beberapa saat lagi. 
14 Rabiul akhir 1405, seberkas cahaya baru terbit ke dunia ini, terbit perlahan mulai menyeruakkan cahayanya. Kala cerah tertiup angin cahayanya semakin terang menyinari sekelilingnya, kadang cahayanya juga terpantulkan kaca – kaca disekelilingnya hingga berkilauan, kadang cahayanya juga redup bahkan tidak kelihatan karena tertutup awan kelabu
Begitulah filosofi cahaya, harus membagi sinarnya ke semua penjuru, karena sinar cahaya itu dibutuhkan banyak individu-individu sebagai penerang, sebagai sumber energi, sebagai kebutuhan utama untuk kelangsungan hidup, dan lain sebagainya.

Kita semua terlahir ke dunia ini dituntut berperan sebagai ‘cahaya’. Sudah menjadi fithrah manusia menginginkan terang, manusia diberikan naluri dan hati nurani untuk memilih jalan yang terang dan menghindari jalan kegelapan, dan manusia sebetulnya juga memilki naluri dan nurani untuk mengajak sekelilingnya menuju jalan yang terang dan mencegah sekelilingnya memasuki jalan kegelapan. 

Sesungguhnya setiap manusia itu mempunyai potensi cahaya dalam dirinya. Ada yang cahayanya menyala sangat terang hingga bisa dimanfaatkan banyak individu di sekelilingnya, ada juga yang cahayanya tertutup awan kelabu hingga tak bisa terlihat, padahal cahayanya itu terus menyala, akan tetapi dibiarkan terus ditutupi awan kelabu, awan kelabu itu harus disingkirkan bisa dengan bantuan angin, bisa juga dengan cara meningkatkan energi cahaya itu sendiri untuk mereduksi awan kelabu itu. Yang jelas cahaya sangat dibutuhkan banyak individu yang merindunya.

Kita terlahir sebagai manusia diberikan tugas sebagai penebar cahaya menyinari sisi-sisi gelap agar bisa terlihat, dalam arti manusia diberikan kewajiban dari Rabb nya untuk mengajak sekelilingnya menuju jalan yang benar yang di ridhoi Rabb nya dan mencegah keterjerumusan ke jalan yang tidak benar atau sesat (amar ma’ruf nahi munkar). Dengan adanya potensi cahaya dalam diri setiap manusia itu, kita dituntut untuk menjadi penyelamat, karena sangat banyak sekali yang butuh diselamatkan dengan cahaya yang kita tebar, setidaknya bisa menjadi petunjuk dalam jalan kelam sehingga tidak ada yang tersesat menabrak karang, menabrak tebing ataupun terjun ke jurang yang dalam nantinya.

Jika potensi cahaya itu sudah termanfaatkan dengan baik, maka segeralah untuk menebarkan sinar, karena masih sangat banyak lorong-lorong kelam, ruang-ruang suram dan lembah-lembah gelap yang banyak dilalui individu-individu butuh penerangan secercah cahaya, di tempat itu juga banyak pohon-pohon kehidupan yang membutuhkan cahaya untuk kelangsungan tumbuhnya peradaban yang menhasilkan buah peradaban yang baik. Jangan sampai ada yang terbentur dinding ataupun ada yang duluan terjun ke jurang karena kita terlambat memberikan secercah cahaya.
Jangan sampai pohon-pohon peradaban yang lama merindukan sinar cahaya itu duluan ditebang oleh yang tidak berhak menebangnya sebelum menghasilkan buah peradaban yang baik. 

JANGAN SAMPAI TERLAMBAT, jangan sampai semua di sekeliling kita terlanjur terjun duluan ke jurang dan jangan sampai semua pohon peradaban keburu ditebang sebelum berbuah hingga kita tak bisa lagi menemukan buah dari peradaban yang baik. Jangan sampai ada penyesalan nantinya, Jadilah penyelamat yang terbaik........



Diposting 2 tahun yang lalu
(dekat tanah sudut nan gersang, Rabiul Akhir kala cahaya sepenggalan)